Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah

Kategori: Buku Anak » Gema Ilmu » Kisah | 195 Kali Dilihat
Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah Reviewed by jabalagency on . This Is Article About Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah

Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah Penyusun: Abu Muhammad Miftah Penerbit: Gema Ilmu Jumlah halaman: 72 halaman Ukuran: 14 cm x 20,5 cm Adik-adik, bila kita mendengar kata “musyrikin jahiliyyah”, akan terlintas pada benak kita, bahwa mereka adalah orang-orang yang menyembah atau mengibadahi batu-batu, sebagaimana yang dilakukan sebagian penganut agama sekarang. Dan… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga: Rp 13.000 Rp 11.050
Order via SMS

085768978610

Format SMS/WA : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
22-11-2016
Detail Produk "Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah"

Kisah-kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah

Penyusun: Abu Muhammad Miftah
Penerbit: Gema Ilmu
Jumlah halaman: 72 halaman
Ukuran: 14 cm x 20,5 cm

Adik-adik, bila kita mendengar kata “musyrikin jahiliyyah”, akan terlintas pada benak kita, bahwa mereka adalah orang-orang yang menyembah atau mengibadahi batu-batu, sebagaimana yang dilakukan sebagian penganut agama sekarang. Dan hanya itulah yang dianggap sebagai perbuatan syirik.

Namun benarkah hal itu?

Ternyata tidak! Ternyata berhala-berhala yang mereka sembah itu beraneka ragam bentuknya.

Ada yang berupa kuburan orang shalih…

Ada yang berupa patung orang shalih…

Ada yang memang berupa batu…

Bahkan ada patung orang yang berbuat dosa…

Dan masih ada bentuk yang lain lagi.

Di buku ini kalian akan mengetahui Insya Allah bagaimana mereka terseret kepada penyembahan berhala.

Kemudian ‘menyembah’ atau ‘mengibadahi’ itu tidak hanya berupa sujud atau mengadakan persembahan kepada berhala-berhala itu. Namun juga bisa berupa ibadah atau persembahan dalam hati, seperti berharap, tawakal, takut dan lainnya.

Oleh karena itu, kalian juga akan bisa mengetahui apa bentuk ibadah mereka kepada berhala-berhala itu. Sehingga dengan itu, kita tidak meniru perbuatan mereka “menyembah berhala”. Baik berhala apapun bentuknya. Dan baik ibadah apapun. Sehingga kita menyerahkan ibadah hanya kepada Allah saja. Sehingga kita termasuk orang-orang Islam yang mengesakan Allah dalam ibadah. Atau disebut sebagai ahli tauhid. Harapannya kita tidak termasuk orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam ibadah, sehingga kita bisa selamat dari adzab neraka yang kekal. Wallahu a’lam.

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
error: Content is protected !!
Hubungi Kami via WhatsApp