Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media

Kategori: Asy Syariah » Majalah | 333 Kali Dilihat
Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media Reviewed by jabalagency on . This Is Article About Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media

Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media Media memang pisau bermata dua. Di satu sisi bisa multiguna, di sisi lain juga bisa membawa petaka. Sisi manfaat media memang tak terhitung. Banyak hal-hal keduniawiaan bahkan akhirat yang bisa ditunjang dengan media. Usaha, berita terkini, hingga dakwah bisa demikian berkembang dengan adanya… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga:Rp 13.000
Order via SMS

085768978610

Format SMS/WA : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : ASY105
Stok Tersedia
0.15 Kg
17-10-2016
Detail Produk "Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media"

Majalah Asy Syariah Edisi 105-Bijak Menyikapi Media

Media memang pisau bermata dua. Di satu sisi bisa multiguna, di sisi lain juga bisa membawa petaka. Sisi manfaat media memang tak terhitung. Banyak hal-hal keduniawiaan bahkan akhirat yang bisa ditunjang dengan media. Usaha, berita terkini, hingga dakwah bisa demikian berkembang dengan adanya media, biidznillah.

Sisi lain, dampak negatif yang ditimbulkan media juga tidak terbendung. Media sering dijadikan alat propaganda, dari soal politik hingga soal agama. Banyak kesesatan yang tumbuh subur dengan cepat dianut masyarakat karena dilariskan media. Banyak kemaksiatan yang mudah diakses hanya dengan memainkan jari jemari kita di rumah.

Lebih-lebih dengan menjamurnya media sosial di dunia maya. Ruang-ruang pribadi yang tercipta membuat manusia lupa. Perselingkuhan pun menjadi muaranya. Sebaliknya media sosial juga menciptakan ruang publik yang seluas-luasnya. Di sini pun manusia lupa. Pamer kekayaan dan kesuksesan dipertontonkan. Masalah pribadi dan rumah tangga diumbar. Foto narsis bahkan memamerkan aurat dipajang seakan media sosial adalah kamar pribadinya.

Tak cukup sampai di sini sisi negatif media yang kita tuai. Islam sebagai agama yang haq, sering menjadi bulan-bulanan media. Pengusaha media yang mayoritas orang-orang non islam atau muslim tetapi tidak faham islam, menjadikan media sebagai alat untuk menyudutkan islam dan kaum muslimin. Dari yang halus, yakni mencintrakan kemaksiatan sebagai sesuatu yang lumrah, hingga yang sudah “menabuh genderang perang”, yakni menghina islam dengan terang-terangan.

Opini demi opini terus diciptakan demi mengesankan bahwa islam adalah agama yang kolot dan horor. Ajaran islam yang demikian melindungi wanita dianggap sudah tidak relevan. Adapun terorisme dan anarkisme tekesan dilakukan oleh muslim yang ‘lahiriahnya’ taat. Sekian juta umat pun termakan. Opini media mampu membolak balik pemberitaan. Danseterusnya dari dampak-dampak negetif media termasuk televisi dan lainnya.

Dikutip dari griya sunnah jogja

Tags: , , , , , , , ,

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
error: Content is protected !!
Hubungi Kami via WhatsApp