Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian

Kategori: Fawaid » Majalah | 273 Kali Dilihat
Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian Reviewed by jabalagency on . This Is Article About Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian

Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian Majalah Fawaid Edisi 13 kali ini membahas topik-topik menarik, antara lain: Pondasi Iman : Keutamaan Abu Bakar dan Umar Rodhiyallahu ‘anhuma di Atas Ali Rodhiyallahu ‘anhu Topik Utama : Rambu-Rambu dalam Berpakaian Topik Khusus : Badai Serangan Yang Kokoh (‘Ashifatul Hazm)… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga:Rp 12.000
Order via SMS

085768978610

Format SMS/WA : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : FWD13
Stok Tersedia
0.1 Kg
10-10-2016
Detail Produk "Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian"

Majalah Fawaid Edisi 13 – Rambu rambu dalam Berpakaian

Majalah Fawaid Edisi 13 kali ini membahas topik-topik menarik, antara lain:

  • Pondasi Iman : Keutamaan Abu Bakar dan Umar Rodhiyallahu ‘anhuma di Atas Ali Rodhiyallahu ‘anhu
  • Topik Utama : Rambu-Rambu dalam Berpakaian
  • Topik Khusus : Badai Serangan Yang Kokoh (‘Ashifatul Hazm)
  • Fatwa : Asal Mula Hizbinya Hizbi, Dahulu Mereka Adalah Salafy
  • Membela Manhaj Salaf : Dahsyatnya Fitnah Tamyi’
  • Aqidah Kita : Dua Syahadat
  • Fiqih Ibadah : Air Musta’mal
  • Fiqih Keluarga : Hukum Menyolati Jenazah Anak-Anak
  • Kisah Ulama : Keadaan Yaman Sebelum Dakwah Syaikh Muqbil
  • Rahasia Suksesnya Dakwah Syaikh Muqbil

Berikut prakata untuk edisi 13

Manusia diciptakan Alloh ta’ala dengan tabiat suka pada keindahan. Segala yang memiliki keindahan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi segenap manusia. Salah satunya adalah pakaian.

Lihatlah sekeliling kita, ada demikian banyak model dan bentuk pakaian. Semuanya dibuat seindah mungkin demi membuat nyaman dan percaya diri pemakainya. Dari waktu ke waktu terus dimunculkan model~model terbaru untuk memanjakan para “penggila” pakaian.

Demikian strategisnya fungsi pakaian sebagai perhiasan, hingga ada sebagian orang yang merasa tidak pede bila tidak memakai pakaian bermerk atau yang mahal harganya. Sebagian lainnya akan merasa tidak nyaman bila tidak memakai baju yang sedang ngetren di masyarakat. Akibatnya, sering kita jumpai banyak orang yang memaksakan diri membeli pakaian tertentu dalam keadaan sebenarnya mereka tidak mampu.

Semua dilakukan demi sebuah gengsi yang itu sama sekali bukan fungsi dari pakaian. Dalam kaca mata syariat, di antara fungsi pakaian adalah juga sebagai keindahan (perhiasan). Bedanya dengan pandangan masyarakat kebanyakan, keindahan berpakaian dalam tuntunan syariat adalah keindahan yang hakiki, yang akan memberikan maslahat yang besar bagi orang yang mau mengamalkannya.

Hal ini amat berbeda dengan konsep keindahan berpakaian menurut masyarakat kebanyakan. Di masyarakat, yang dimaksud ‘indah’ terkadang dimaukan sebagai sesuatu yang aneh dan berani menabrak “pakem”. Maka kita sering jumpai tren-tren berpakaian yang kita anggap sangat jauh dari kesan indah, namun berjuta orang rela mau menjadi korban dari tren tersebut.

Ketika seseorang mau menempatkan keindahan pakaian sesuai syariat, maka ia akan mendapati pakaian tersebut makin menjadikannya “sempurna” sebagai makhluk yang diciptakan Alloh ta’ala sebagai sebaik-baik ciptaan. Sebaliknya, ketika manusia menjadikan keindahan berpakaian hanya sebatas pemuas selera atau demi gengsi. maka pakaian itu akan membawanya ke derajat yang rendah, bahkan bisa lebih rendah dari hewan. Bukti akan hal ini sudah demikian banyak kita saksikan bersama.

Pembaca yang kami hormati. Selain masalah pakaian, tema lain yang kami ketengahkan dalam Fawaid kali ini adalah seputar perkembangan pertempuran antara al-haq melawan al-bathil yang sedang berlangsung di negeri Yaman.

Saat ini, sejumlah negeri Islam yang dipimpin oleh Arab Saudi tengah berperang melawan para pemberontak Syiah Rofidhoh al-Hutsi yang ingin menghancurkan kaum muslimin, dengan target awal mereka ingin menguasai negeri Yaman.

Sekali lagi, ini adalah pertempuran al-haq melawan al-bathil. Dari peristiwa ini kita mendapati banyak pelajaran besar, satu di antaranya adalah bahwa senantiasa berjalan bersama ulama kibar adalah jalan keselamatan.

Kita bisa menyaksikan sekarang betapa Muhammad al-lmam dan para penyokongnya (termasuk yang di lndonesia) kian “kelimpungan” karena kian terang benderang kesalahan jalan yang mereka tempuh. Namun sungguh mengherankan, mereka bukannya terbuka hatinya untuk mengakui kesalahan dan rujuk kembali pada kebenaran, tetapi malah makin banyak membuat makar baru yang makin menjerumuskan mereka ke dalam jurang kesesatan. Allohul Musta’an.

Semoga Alloh suhhanahu wa ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk menerima bimbingan para ulama kibar yang kokoh berjalan di atas Sunnah.

Dikutip dari gemailmu.com dan tokoattuqa.com

Tags: , , ,

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
error: Content is protected !!
Hubungi Kami via WhatsApp