Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan

Kategori: Fawaid » Majalah | 275 Kali Dilihat
Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan Reviewed by jabalagency on . This Is Article About Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan

Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan Alhamdulillah telah terbit kembali, Majalah Fawaid Edisi 14. Apa saja yang dibahas pada Edisi 14 ini ? Check it down: Khilafah Tidak Harus Ada Pada Ahlul Bait Bid’ah-bid’ah Bulan Romadhon Amaliyyah Romadhon Fatwa-fatwa seputar Ibadah Romadhon Alangkah Kasihannya Muhammad al-Imam dan yang bersamanya dalam… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga:Rp 12.000
Order via SMS

085768978610

Format SMS/WA : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : FWD14
Stok Tersedia
0.1 Kg
10-10-2016
Detail Produk "Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan"

Majalah Fawaid Edisi 14 – Bidah bidah Bulan Ramadhan

Alhamdulillah telah terbit kembali, Majalah Fawaid Edisi 14. Apa saja yang dibahas pada Edisi 14 ini ? Check it down:

  • Khilafah Tidak Harus Ada Pada Ahlul Bait
  • Bid’ah-bid’ah Bulan Romadhon
  • Amaliyyah Romadhon
  • Fatwa-fatwa seputar Ibadah Romadhon
  • Alangkah Kasihannya Muhammad al-Imam dan yang bersamanya dalam Perjanjian Tersebut
  • Abdurrohman bin Mar’i, Si pengecut kabur dari Ma’had Fuyusy
  • Ibadah
  • Air Najis (Bagian Satu)
  • Saudara Sesusuan dalam Islam
  • Perdagangan yang terlarang dalam Islam
  • Haid & Talak

Prakata untuk Majalah Fawaid Edisi 14

Kita ucapkan segala puji bagi Alloh ta’ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan Romadhon di tahun ini. Dengan nikmat ini, kita masih diberi kesempatan untuk beramal sholih dan mengharap dilipatgandakan pahala oleh-Nya. Dengan nikmat ini pula kita masih memiliki harapan untuk dihapusnya dosa-dosa kita yang telah lewat, disebabkan amal ibadah yang kita lakukan selama bulan Romadhon.

Romadhon adalah bulan ibadah. Di mana-mana semangat beribadah kaum muslimin meningkat hebat. Masjid-masjid ramai didatangi kaum muslimin, termasuk pula oleh orang yang kesehariannya jauh dari masjid.

Meski tak jarang semangat itu hanya bertahan tak lebih dari seminggu saja. Selebihnya, kembali pada keadaan seperti bulan Romadhon belum datang.

Romadhon hanya sebulan, dengan kata lain hanya berlangsung dalam kisaran 29 atau 30 hari. Namun ternyata, untuk bisa selalu memiliki semangat “membara” dalam beribadah dalam tempo sebulan bukanlah perkara mudah. Kita bisa melihat sekitar kita. Demikian banyak orang yang bisa berpuasa hanya sehari atau dua hari -atau paling lama seminggu- selebihnya mereka tak malu-malu untuk makan di warung pinggir jalan. Begitu pula keramaian masjid saat sholat tarawih. Seminggu pertama biasanya masih penuh. Namun selewat itu biasanya jumlah shof menurun drastis. Keadaan ini nyaris terjadi pada semua jenis ibadah yang sangat dianjurkan untuk banyak dikerjakan pada bulan Romadhon seperti membaca al-Qur’an
atau bershodaqoh. Semangat di awal, namun loyo hanya dalam hitungan beberapa hari.

Sementara bila kita melihat amalan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para salaf mereka justru kian bersemangat beribadah saat mendekati akhir Romadhon. Tentu kita sudah sering mendengar bagaimana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengisi hari-hari terakhir di bulan Romadhon dengan lebih banyak sholat malam, lebih banyak membaca al-Qur’an, dan tinggal di masjid (i’tikaf) agar bisa beribadah lebih banyak.

Begitu pula para salafush sholih, kisah-kisah mereka dalam mengisi bulan Romadhon dengan ibadah, khususnya pada sepuluh hari yang terakhir, bukan hal yang asing bagi kita. Kita hanya bisa berkata bahwa ada perbedaan yang demikian jauh antara amal kita dan mereka. Bahkan mungkin tidak bisa dibandingkan karena demikian jauhnya perbedaan yang ada.

Faktor utama mengapa para salaf bisa demikian kuat menjaga
semangat dalam beribadah adalah ilmu dan iman. Dengan kedalaman ilmu dan kuatnya iman mereka, keistiqomahan dalam beramal bisa terjaga, bahkan makin meningkat. Tidak seperti kita, yang sangat sedikit ilmu dan lemahnya iman, menjaga semangat beribadah terasa sangat berat. Bahkan tidak sedikit yang gagal. Sehingga di akhir bulan Romadhon, yang banyak diagendakan justru urusan-urusan duniawi – khususnya perdagangan – dan banyak yang melupakan ibadah. Allohul Musta’an.

Maka tak diragukan lagi betapa butuhnya kita untuk selalu menambah ilmu, yang dengannya bisa menambah keimanan kita.

Pembahasan yang kami sajikan dalam Topik Utama kali ini adalah tentang bid’ah-bid’ah yang banyak muncul saat bulan Romadhon. Kami berharap sajian kami bisa menjadi tambahan ilmu bagi para pembaca, meski hanya sedikit. Wallohu a’lam.

Tags: , , , ,

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
error: Content is protected !!
Hubungi Kami via WhatsApp