Polemik Selamatan Kematian

Kategori: Bantahan » Bidah » MBF Media Islami | 234 Kali Dilihat
Polemik Selamatan Kematian Reviewed by jabalagency on . This Is Article About Polemik Selamatan Kematian

Polemik Selamatan Kematian Penyusun: Dr. M Faiq Sulaifi Cetakan : Kedua, 1435H/2014 Penerbit : MBF Media Islami Ukuran : 14 x 21 cm, Doff, Srink, 120 halaman Harga : Rp. 25.000 Harga disini : Rp. 20.000 Dari Thawus bin Kaisan al-Yamani rahimahullah. Beliau berkata: “Sesungguhnya orang-orang mati itu mendapatkan fitnah… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga: Rp 27.000 Rp 21.600
Order via SMS

085768978610

Format SMS/WA : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
0.2 Kg
26-11-2016
Detail Produk "Polemik Selamatan Kematian"

Polemik Selamatan Kematian

Penyusun: Dr. M Faiq Sulaifi
Cetakan : Kedua, 1435H/2014
Penerbit : MBF Media Islami
Ukuran : 14 x 21 cm, Doff, Srink, 120 halaman
Harga : Rp. 25.000
Harga disini : Rp. 20.000

Dari Thawus bin Kaisan al-Yamani rahimahullah. Beliau berkata:

“Sesungguhnya orang-orang mati itu mendapatkan fitnah (pertanyaan Munkar dan Nakir) di kubur mereka selam 7 hari. Mereka senang memberikan makan atas nama mereka (orang-orang mati) pada hari-hari tersebut.”

Atsar di atas merupakan dalil dari as-Salaf yang membolehkan acara tahlilan kematian 7 hari yang selama ini rutin dilakukan sebagian kaum muslimin. Pendapat dan atsar ini dikuatkan oleh al-Imam as-Suyuthi rahimahullah.

Bagaimana sikap kita terhadap amal-amal ritual tersebut? Apakah acara selamatan 7 hari kematian dikenal di masa as-Salaf?

Maka sebagai seorang muslim yang baik adalah tidak mengerjakan amalan-amalan tersebut sebelum mendapatkan dalil atau ilmu yang mendasarinya. Al-Imam al-Bukhari rahimahullah berkata:
“Bab tentang: Ilmu itu sebelum berkata dan berbuat.” (Shahihul Bukhari: 1/ 1 19).
Al-Hafizh adz-Dzahabi rahimahullah bersyair:
“Ilmu adalah firman Allah, sabda rasul-Nya… jika shahih, dan juga ijma‘ maka bersungguh-sungguhlah untuk menguasainya.”
(Syadzaratudz Dzahab fi Akhbari Man Dzahab: 6/ 156, al-Wafi bil Wafayat: 1/218).

Di dalam buku buku ini, akan dibahas atsar al-Imam Thawus rahimahullah, atsar Ubaid bin Umair, sikap as-Suyuthi serta perbuatan penduduk Madinah yang dijadikan sandaran oleh mereka yang menasionalisasi kegiatan ‘tahlilan atau selamatan kematian 7 hari’ ini.

Kami berharap bagi para pembaca untuk bersikap terbuka dan membebaskan diri dari fanatisme madzhab serta memohon petunjuk kepada Allah subhanahuwata’ala.

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
error: Content is protected !!
Hubungi Kami via WhatsApp